Zakat infak maupun shodaqoh merupakan ibadah yang bersifat sosial, ditunaikan sesama manusia agar dapat membantu sesama manusia yang membutuhkan. Dengan berzakat orang yang memiliki banyak harta dapat diingatkan mengenai pentingnya memiliki emphaty dan bersyukur bahwasanya mereka memiliki keadaan yang lebih beruntung. Umat muslim diperintahkan untuk memberi manfaat dan mengimplementasi konsep islam yang penuh cinta, yaitu memberi.

Seperti sabda Rasulullah SAW:

“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”, (HR. Bukhari).

Memberi itu artinya menerima lebih, dalam Al-Quran penjelasannya sebagai beriktu:

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri….”(QS. Al-Isra:7)

Nabi Muhammad SAW juga menyatakan hal ini dalam sabdanya:

“Dan barangsiapa yang bersedia membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan senantiasa membantu keperluannya.”(HR. Bukhari).

Zakat, infak dan shodaqoh atau ZIS memiliki arti dasar “Pemberian atau dukungan dalam bentuk uang”. Meskipun memiliki arti dasar yang sama namun terdapat perbedaan makna yang spesifik dari ketiganya.  Perbedaan mendasar terletak pada sifat hukumnya, Zakat hukumnya Wajib Ain; Infaq hukumnya Fardhu Khifayah: dan shodaqoh hukumnya Sunnah. Selain itu zakat sudah ditentukan nisabnya sedangkan infak dan sedekah tidak memiliki batas, yang berarti kita tidak dibatasi oleh nominal yang ingin kita sumbangkan. Menurut Etimologi Zakat artinya adalah membersihkan diri atau mensucikan diri. Sedangkan menurut terminology syariáh, zakat berarti segaian harta yang wajib diserahkan kepada orang-orang tertentu. Sifat hukum dari zakat adalah wajib Ain. Yaitu suatu kewajiban bagi setiap orang untuk melaksanakan perintah Alloh SWT sesuai ketentuan syariat.